
Krisis Iklim Adalah Krisis Hak Anak
Juli 24, 2023
Ragu dengan Pengadilan, Terdakwa dan Keluarga Nikodemus Manao Tidak Banding.
Juli 31, 2023
Ancaman perubahan iklim kini menjadi perhatian berbagai kalangan di dunia. Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi kepulauan kerap mengalami dampak yang besar akibat perubahan iklim. Salah satu hal yang terlihat nyata dalam ingatan masyarakat Nusa Tenggara Timur adalah peristiwa bencana seroja yang terjadi di April 2021 yang lalu.
Dalam melihat isu perubahan iklim ini, salah satu tanaman yang memiliki keterkaitan erat dengan perubahan iklim adalah mangrove. Bitpol Litbang KKP menyebutkan, keberadaan mangrove yang sehat di kawasan pesisir dapat meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim dan meminimalisir dampak bencana alam seperti tsunami, badai dan gelombang. Hal ini merupakan fungsi adaptasi.
Knowledge Center Perubahan Iklim menjelaskan, tumbuhan mangrove adalah salah satu jenis tumbuhan yang memiliki akar kokoh, sehingga dapat meredam gelombang, badai dan tsunami. Akar yang kokoh membuat Mangrove berfungsi sebagai pelindung abrasi, penahan lumpur dan penangkap sedimen. Hal ini membuat hutan mangrove menjadi ekosistem utama pendukung kehidupan penting di wilayah pesisir dan kelautan.
Sebagai vegetasi endemik yang hidup di antara transisi daerah laut dan daratan di kawasan pesisir, keberadaan hutan mangrove menjadi penting sebagai sabuk hijau, bagi area pesisir dan sekitarnya. Mangrove berfungsi sebagai peredam.
Sederhananya dapat disimpulkan, tanaman mangrove memiliki manfaat yang besar bagi perubahan iklim. Seperti pelindung daratan dari naiknya air laut, angin kencang dan ombak besar akibat perubahan iklim.




