
SUMPAH PEMUDA, KEADILAN EKOLOGI, DAN KEADILAN ANTAR GENERASI
Oktober 31, 2022
Opini Musri Nauli : Pandangan Orang Humba
November 2, 2022Literatur cuma menuliskan Pulau Sumba. Sebuah pulau besar terletak didalam Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau Sumba terdiri dari Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur. Namun masyarakat di Sumba tidak mengenal dialek huruf “S” sehingga sering menyebutkan Humba. Dalam tulisan ini, saya lebih senang menyebutkan “Humba”. Humba tidak sekedar tentang wilayah Pulau Humba. Tapi ada makna filosofi mendalam sehingga kata “Humba” lebih tepat disebutkan sebagai Pulau Humba.
Pertemuan di Laiwotang, 29 Oktober 2016
Teologi meyakini sebagai agama bumi. Konsep pemujaan kepada nenek moyang dan Penghormatan kepada leluhur menempatkan binatang dalam berbagai tempat ditandai dengan Kuda, anjing, kerbau, babi, sapi, kambing, ayam jantan. Sepanjang perjalanan dari Kabupaten Sumba Barat Daya menyusuri Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Timur, berbagai ornamen dengan menempatkan berbagai binatang mewakili strata dan kepentingan kuburan dari empu rumah.
ditandai dengan melindungi pusat air, tempat padang makanan ternak hewan, tempat pemujaan dan sebagainya.
Kabihu adalah kelompok kekerabatan yang berasal dari sistem kekerabatan berdasarkan keturunan garis ibu. Sistem kekerabatan ini mirip dengan “kaum“ dari masyarakat Minangkabau. Atau “guguk” atau Kalbu di Jambi.
Belanda kemudian menghancurkan pranata dan kemudian membuat struktur seperti Maramba, Ratu, Kabiku, Ata. Struktur ini kemudian dikendalikan Belanda sehingga urutan struktur kemudian membuat lapisan sosial menjadi berbeda.
Sistem kekerabatan Batak mengenal sistem patrilial. Sistem kekerabatan berdasarkan garis keturunan Ayah (Laki-laki)
Sistem kekerabatan Minangkabau mengenal sistem matrilineal. Sistem kekerabatan berdasarkan garis keturunan Ibu (Perempuan)
*Opini tersebut telah diuplad di Blog : https://musri-nauli.blogspot.com/2016/10/wai-humba-tradisi-panjang-tentang-alam.html





