Dosa Sosial-Ekologis
Rendahnya sensibilitas dan solidaritas sosial-ekologis dimulai ketika kita merasa menjadi tuan atas alam, yang berhak untuk menguasai dan menjarahnya.9 Kita merasa paling superior dan tak melihat apa pun kecuali diri kita sendiri. Dalam bahasa populer, gejala psikologis ini biasa disebut egois atau arogan. Dalam bahasa spiritual, gejala ini disebut dosa, yaitu suatu keterpusatan berlebihan pada diri sendiri dan menutup mata dan hati bagi entitas alam yang lain, bahkan bagi Tuhan yang menyelenggarakan semua kehidupan di alam semesta.
Kekerasan yang melumuri hati kita akibat dosa tercermin dalam kerusakan ekologis yang makin parah.10 Kerusakan ini membuat Bumi terbebani dan hancur, termasuk orang orang miskin yang paling sering menanggung akibatnya. Dosa personal kita akhirnya meluber menjadi dosa struktural, dosa sosial, dan dosa ekologis, sebab dampak dari keserakahan kita akhirnya juga ditanggung oleh anasir alam yang lain, termasuk sesama manusia yang terdampak bencana.
Dosa ekologis membuat kita tak lagi mampu melihat nilai sakral setiap entitas alam. Sekularisme, peradaban industri, dan struktur ekonomi kapitalistik menyuburkan dosa ekologis tersebut, sebab manusia dikondisikan untuk tak melihat makna lain dalam alam selain apa yang berguna untuk dipakai dan dikonsumsi. Sementara konsumerisme adalah manifestasinya, di mana manusia terus terdorong untuk ‘memakai’ dan ‘membuang’. Dengan ini, Bumi tak ubahnya objek garapan sekaligus tempat sampah besar untuk manusia. Hal ini memperburuk degradasi lingkungan dan meningkatkan intensitas bencana.
Skolimowski benar, bahwa kemerosotan ekologis dan peristiwa bencana yang mengikutinya terkait inheren dengan kemerosotan sosial-kemanusiaan.11 Dua hal ini mempunyai korelasi yang mendalam, sebab masalah ekologis berakar kuat pada hati dan pikiran manusia yang rapuh. Ketidakmampuan manusia mengembangkan empati sosial dan solidaritas kemanusiaan tercermin dalam absennya sensibilitas ekologis. Kita lupa, bencana alam yang bersumber dari perilaku egoistik-destruktif kita pasti akan selalu berujung pada bencana kemanusiaan. Ini terbukti dari banyaknya kerugian dan korban jiwa yang dialami saudara-saudara kita yang tertimpa bencana beberapa tahun terakhir.
Kita mesti sadar, kerusakan yang telah kita timpakan kepada alam telah berujung penderitaan dan kematian orang lain. Ini adalah dosa, sebab kejahatan terhadap alam dan kekerasan terhadap yang lain adalah dosa terhadap Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu di alam semesta dengan baik.12
Kedatangan masyarakat dua desa tersebut bukan merupakan kedatangan pertama ke Kementerian ATR/ BPN. Warga berharap kunjungan kali ini membuat Kementerian ATR/BPN memprioritaskan penyelesaian konflik agraria di desa mereka.
但俗話說“是藥三分毒”,另外從個人情感來說不管是ED患者自己還是其性伴侶,對長期依靠威而鋼支撐性生活肯定都是非常不滿意的,威而鋼, 因此只要了解避免了以上禁忌症,現有的臨床經驗來看,在醫生指導下長期服用威而鋼還是沒有問題的。
晚睡熬夜、睡眠過少會影響心臟健康、動脈血管健康,使心臟動泵出血液的力量變弱,血管動脈老化變窄,從而引起器質性勃起功能障礙(陽痿)。犀利士的副作用類似,所以亦會加重犀利士副作用症狀,請應謹慎使用。