
Ragu dengan Pengadilan, Terdakwa dan Keluarga Nikodemus Manao Tidak Banding.
Juli 31, 2023
Merah Putih Berkibar di bawah Perjuangan Masyarakat Adat Pocoleok Menolak Geothermal
Agustus 17, 2023Dalam beberapa kasus di NTT juga terlihat bagaimana Negara mengubah pemilik lahan menjadi pekerja dan mengubah produsen menjadi konsumen. Itulah kenapa masyarakat adat di NTT pada akhirnya menyumbang angka pekerja migran yang tinggi untuk Negara Indonesia.
NTT sebagai koridor lokomotif pembangunan nasional dalam sector pariwisata dan pangan mengakibatkan luas sawah, ladang, hutan ,dan ruang hidup masyarakat terrampas atas nama pembangunan.
Bagi WALHI NTT, eksploitasi terhadap alam sama halnya dengan eksploitasi terhadap masyarakat adat. Konflik sumber daya alam yang diakibatkan oleh penebangan hutan untuk kepentingan proyek pembangunan sangat merugikan masyarakat adat. Sementara di sisi yang lain, industri yang dimaksudkan untuk mengembangkan pembangunan justru merusak lingkungan dan merusak lingkungan serta memperbesar pemiskinan structural.
Hal ini mengakibatkan masyarakat adat yang mengantungkan kebutuhan hidupnya pada sumber daya alam menjadi sangat terancam karena kehilangan hak atas tanahnya. Pengetahuan lokal yang dimiliki oleh perempuan adat dan masyarakat adat di daerahnya menjadi terancam dengan hadirnya proyek nasional yang merampas ruang hidup masyarkat atas tanahnya sendiri.
Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia pada tanggal 9 Agustus 2023, WALHI NTT mengajak semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mastarakat dunia guna melindungi kebudayaan dan hak masyarakat adat terutama terhadap proses eksploitasi yang dilakukan Negara terhadap alam.





