
Warga Wae Sano Konsisten Menolak Proyek Geothermal
November 24, 2022
Perempuan NTT dalam Bayang – Bayang Krisis Ekologi Akibat Pembangunan Berwatak Kapitalis dan Patriarki
November 29, 2022
Kalarat Wai (Pengkeramatan Sumber Mata Air)
Kalarat Wai (Pengkeramatan Sumber Mata Air)
Dalam konteks budaya Marapu Kalarat Wai merupakan proses ibadah untuk meminta restu kepada sang leluhur, ini dilakukan agar setiap kegiatan berjalan dengan lancar dan baik tanpa ada halangan. Kalarat Wai dalam Festival Wai Humba ditandai dengan adanya dialog antara para Rato untuk memastikan tata cara pelaksanaan ritual sejalan dengan budaya.
Dialog yang dilakukan oleh para Rato akan menghasilkan sebuah keputusan dengan melihat hati ayam dimana masing-masing Rato menterjemahkan hati ayam tersebut terkait situasi alam dan seluruh keadaan sosial ekologis yang dialami di kampung atau wilayah setempat.
Kalarat Wai merupakan aktivitas religus Marapu dengan melakukan persembahan di sumber mata air, selain merupakan ibadah ucapan syukur, kegiatan ini sekaligus sebagai ibadah permohonan kepada sang pencipta agar senantiasa melimpahkan karunia air buat orang Humba.
Sampai saat ini, masyarakat adat di kawasan tempat persembayangan masih mengkeramatkan/melarang aktivitas pengerusakan di tempat mata air. Air dipercaya bersumber dari keberadaan hutan yang terbentang luas membukus gunung di pulau Sumba.
Orang Sumba jauh sebelum mengenal negara Indonesia, terlebih dahulu telah memiliki kearifal lokal dalam merawat alam serta merawat hubungan baik itu antara manusia dengan manusia maupun dengan Sang Pencipta.






1 Comment
Kita harus bersatu se daratn sumba utuk pulikan alam yg suda terkuras. Ole perbedan iklim. Tana marapu adala tiripan lelur yg perlu kita jaga secara bersama.sama