
Warga Wae Sano Konsisten Menolak Proyek Geothermal
November 24, 2022
Perempuan NTT dalam Bayang – Bayang Krisis Ekologi Akibat Pembangunan Berwatak Kapitalis dan Patriarki
November 29, 2022
Mempertahankan Jati diri Orang Humba
Sejak awal festival Wai Humba dilakukan, berangkat dengan nilai dasar “Anti Sumba Sekarat” yang kemudian tertuang dalam nilai “Nda Humba Li La Mohu A Lama”. Jati diri orang Humba yang tertuang dalam tiga ajaran pokok Budaya Sumba:
Pertama, “Li Marapu” ( ketuhanan) yang mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta;
Kedua, “Li Luri – Li Meti” ( hubungan manusia dengan manusia, pekerjaan, pertanian, peternakan, perkawinan, kematian, kekerabatan) Mandara ( Barter tanpa melihat nilai barang secara ikhlas) kaitannya dengan budaya tata kelola pangan lokal di sumba;
Ketiga, “Pa’karangi” (Pengkeramatan) : mengkramatkan air (paeri we’e/ kalarat Wai) ; pemasangan tanda larangan di lokasi tertentu seperti kebun, hutan, air (waeri).
Tiga nilai di atas merupakan spiritualitas masyarakat adat orang Humba yang juga muncul di berbagai peradaban lokal budaya orang NTT umumnya. Secara lokal, masyarakat meyakini bahwa keterhubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, Alam, dan Sesama adalah suatu keharusan yang tidak dapat ditawar. Mempertahankan entitas lokal dalam menjaga alam dan budaya setempat secara bersamaan memastikan Na Tana Beri Inamu (Tanah adalah ibarat ibumu). Perempuan Ibu saudari perempuan itu harga diri orang sumba.






1 Comment
Kita harus bersatu se daratn sumba utuk pulikan alam yg suda terkuras. Ole perbedan iklim. Tana marapu adala tiripan lelur yg perlu kita jaga secara bersama.sama