
TPA ALAK TERBAKAR, KECAMATAN ALAK DIKEPUNG KABUT ASAP. MASALAHNYA APA?
September 29, 2022
Jaringan Masyarakat Pesisir dan Pulau Pulau Kecil di NTT Terbentuk
Oktober 26, 2022PRESS RILIS WALHI NTT
Kupang, 20 September 2022, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai provinsi kepulauan saat ini menghadapai berbagai tantangan keberlanjutan ekologi. Secara geografis, sebagai provinsi kepulauan yang memiliki mayoritas pulau kecil memiliki kerentanan tersendiri. Perubahan iklim tentu akan memberikan dampak buruk bagi keberadaan pulau kecil di NTT akibat kenaikan permukaan air laut yang berpotensi pada kehilangan pulau. Selain itu, berada berdekatan dengan belahan bumi bagian selatan, menjadi provinsi yang sering terdampak langsung dari cuaca ekstrim.
Selain berada pada daerah yang rawan pada perubahan iklim, NTT saat ini digempur oleh masifnya proyek-proyek berbasis industri skala besar. Pertambangan, pariwisata berbasis investor, monokultur, dan proyek infrastruktur skala besar. Semua jenis proyek ini berdampak langsung pada konflik agraria dan krisis ekologi di NTT. Tidak sedikit tanah petani yang dirampas baik itu oleh investor maupun pemerintah sendiri untuk melancarkan kepentingan pembangunan skala besar tersebut.




