WALHI NTT Selenggarakan Lomba Jurnalistik Lingkungan Hidup “Par deng PAR” bagi Para Jurnalis NTT

Peter A Rohi dan Waiteba
September 27, 2020
Tentang Penghargaan Par deng PAR
September 27, 2020

WALHI NTT Selenggarakan Lomba Jurnalistik Lingkungan Hidup “Par deng PAR” bagi Para Jurnalis NTT

Di bukitnya tinggal pohon-pohon eukaliptus yang memutih dan meranggas. Tiada siapa-siapa, kecuali saya yang menangis sendirian karena tak bisa meyakinkan negara untuk segera menyelamatkan saudara-saudara saya itu. Semoga Tuhan menyertai mereka di alam sana.

(Piter A Rohi (Alm), Jurnalis Senior NTT dalam kisah Bencana Waiteba, NTT)

A. Latar Belakang

Akan selalu ada pihak-pihak yang mempertanyakan nilai kebebasan berbicara di dalam masyarakat mereka sendiri, yakni mereka yang memberikan alasan bahwa kebebasan berbicara itu akan mengganggu stabilitas dan mengganggu kemajuan, mereka yang menganggap kebebasan berbicara sebagai bahaya dari luar, bukannya pengungkapan setiap orang untuk mendapatkan kemerdekaan.

Yang selalu jelas tampak dalam argumen diatas ini adalah bahwa tanggapan tersebut tidak pernah dianut oleh rakyat itu sendiri, melainkan oleh pemerintahan, dan sekali lagi saya tekankan: oleh pemerintahan; tidak pernah alasan itu dikemukakan oleh mereka yang lemah melainkan oleh mereka yang berkuasa; tidak pernah disuarakan oleh mereka yang bersuara lemah melainkan oleh mereka yang suara lantangnya bisa didengar.

Sebaiknya kita akhiri perdebatan ini untuk selamanya atas satu-satunya ujian yang sudah terbukti, yakni pilihan bagi setiap orang untuk mengetahui lebih banyak atau lebih sedikit, untuk didengar atau didiamkan saja, untuk berdiri tegar atau untuk bertekuk lutut”.

KOFI  ANNAN (Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa-PBB 1996-2006)

Pada perayaan hari Lingkungan Hidup 05 Juni 2020, WALHI NTT mengeluarkan hasil survey terkait dengan kinerja Pemerintah di Nusa Tenggara Timur di Bidang Lingkungan Hidup dan Perlindungan Wilayah Kelola Rakyat. Publik memberikan rapor merah atas kinerja pemerintah di NTT di bidang ini. Penilaian public ini tentu berbasis fakta apa yang dialami oleh masyarakat terkait dengan kebijakan pemerintah. Mulai dari minimnya Pendidikan kritis lingkungan hidup sampai pada praktek pembangunan yang merusak daya dukung dan daya tamping lingkungan. Padahal mandat UU jelas memberikan perintah bahwa warga negara berhak atas lingkungan hidup yang sehat.

WALHI NTT dalam 4 tahun terakhir ini mendapatkan ratusan laporan yang terkait dengan pengrusakan lingkungan mulai dari hutan, sampah, limbah hingga penambangan. Praktek praktek yang tidak pro pada lingkungan hidup dan wilayah Kelola rakyat serta keadilan antar generasi ini dalam prediksi WALHI NTT masih akan terus berlanjut. Mengingat kecenderungan pembangunan yang lebih dominan urusan ekonomi semata. Oleh karenanya perlu ada kontrol publik yang lebih kuat agar tidak terjadi penghancuran alam yang luar biasa dan merajalelanya ketidakadilan.

Salah satu kontrol publik yang paling diharapkan yakni kerja kerja jurnalisme. Sebagimana kita tahu, jurnalistik merupakan sebuah metode kerja yang memproses kenyataan menjadi informasi. Tidak terkecuali kenyataan terkait perlindungan lingkungan hidup dan wilayah Kelola rakyat .  Kita tahu, pers merupakan salahsatu pilar demokrasi yang turut bertanggungjawab terhadap nasib rakyat dan lingkungan hidup. Oleh karena itu penting untuk pers juga terus bersuara tentang pentingnya keadilan dan pelestarian lingkungan hidup. WALHI sebagai organisasi advokasi Lingkungan hidup berharap media sungguh sungguh memperhatikan hal ini. Pers dapat menjadi garda terdepan untuk mengingat pemerintah tentang potensi bencana ekologis dan kemanusiaan bila pemerintah terus abai atas hal hal ini.

Pada 06 Oktober 2020 ini WALHI NTT akan berusia 24 tahun, pada 15 Oktober WALHI Indonesia akan berusia 40 tahun. Dalam berbagai pengalaman WALHI, Pers merupakan mitra yang telah banyak membantu kerja kerja advokasi untuk kepentingan rakyat dan lingkungan hidup. Oleh karena itu, WALHI NTT berinisiatif untuk mengadakan lomba jurnalistik lingkungan hidup bagi para jurnalis di NTT dengan nama “ Par Deng PAR” .

“Par Deng PAR” merupakan sebuah bentuk penghargaan terhadap kontribusi Piter A Rohi (Alm) yang merupakan jurnalis senior yang pernah menulis berita peringatan kepada pemerintah NTT akan potensi bencana gunung meletus di Waiteba, Lembata. “ PAR” merupakan  akronim dari Piter A Rohi.

B. Tujuan

  1. Mengangkat masalah masalah lingkungan hidup dan ketidakadilan antar generasi dalam konteks penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam di NTT
  2. Mengajak publik untuk terlibat aktif dalam mengontrol pembangunan agar tidak terjadi bencana ekologis dan ketidakadilan antar generasi di NTT
  3. Mengapresiasi kerja kerja jurnalistik lingkungan yang telah dan akan dilakukan oleh para jurnalis di NTT

C. Tema dan Sub Tema

    1. Tema : “Krisis Ekologis di NTT”
    2. Subtema:
      • Perlindungan Wilayah Kelola Rakyat dan Reforma Agraria
      • Pariwisata
      • Pertambangan
      • Perlindungan Hutan
      • Sampah dan Limbah B3
      • Sumber Daya Air
      • Perkebunan Monokultur Skala Besar
      • Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
      • Perlindungan Ekosistem Khas Unik (Karst dan Sabana)
      • Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Pangan Lokal Khas NTT
      • PLTU Batu Bara

D. Ketentuan Lomba

  1. Peserta :
    • Merupakan wartawan media cetak dan online lokal maupun nasional yang berdomisili di NTT
    • Tidak ada batasan usia
    • Melampirkan biodata singkat disertai foto kartu Pers dan KTP bersama tulisan
    • Hanya boleh mengirimkan satu tulisan dengan foto dokumentasi
  2. Tulisan yang dilombakan:
    • Tulisan berita dengan kategori indepth reporting yang sesuai dengan tema/sub tema dan berdasarkan informasi dari narasumber yang kredibel dan liputan lapangan.
    • Dapat berupa :
      • Tulisan yang sudah pernah tayang di media massa pada kurun waktu September 2019 – September 2020.
      • Tulisan yang sudah diperbaharui dari tulisan yang sudah pernah ditayangkan dalam kurun waktu sebagaimana poin pertama
      • Tulisan baru yang merupakan hasil liputan
    • Diketik maksimal 2000 kata dengan huruf Times New Roman ukuran 12 spasi 1.5
    • Dikirim dalam bentuk berita dengan format .pdf ke email: ntt@walhi.or.id
    • Paling lambat diterima pada tanggal 10 Oktober 2020 pukul 18.00 WIB
    • Dimuat di media masing-masing dalam kurun waktu masa lomba yakni 28 September – 10 Oktober 2020 (berita baru atau berita yang pernah tayang dan telah diperbaharui)

3.  Ketentuan lain:

    • WALHI NTT berhak untuk menggunakan hasil karya jurnalistik peserta lomba ini untuk kepentingan penelitian, buku atau semacamnya dengan menyebutkan sumber berita/media.
    • WALHI NTT berhak untuk mendiskualifikasi peserta dan/atau pemenang yang dianggap melanggar sebagian atau seluruh syarat dan ketentuan kompetisi ini.

E. Timeline Lomba

  1. Pengiriman Tulisan: 28 September – 08 Oktober 2020
  2. Masa Penjurian : 07- 12 Oktober 2020
  3. Pengumuman Pemenang Lomba : 12 Oktober 2020
  4. Penyerahan Penghargaan : 15 Oktober 2020

F. Teknis Penilaian

Penilaian tulisan akan dilakukan oleh tim yang akan dibentuk WALHI NTT berdasarkan;

  1. Isi penulisan,
  2. Kesesuaian tema
  3. Pencantuman keyword
  4. Gaya penulisan.

G. Juri

Juri berasal dari Tim yang dibentuk oleh WALHI NTT yang berasal dari Kalangan internal WALHI, Akademisi dan Jurnalis (semua nama Juri akan diumumkan bersamaan dengan pengumuman pemenang)

H. Hadiah

    • Pemenang  I Uang (Senilai Rp. 2.000.000) + Piagam + Plakat + Cinderamata “Par deng PAR”
    • Pemenang II Uang(Senilai Rp. 1.750.000) + Piagam + Plakat + Cinderamata “Par deng PAR”
    • Pemenang III Uang (Senilai Rp. 1.500.000) + Piagam + Plakat + Cinderamata “Par deng PAR”
    • Pemenang IV Uang (Senilai Rp. 1.000.000) + Piagam + Plakat + Cinderamata “Par deng PAR”

 

Informasi dan Kontak:

Rima Melani Bilaut; 081236229490

Regina Muki; 082 237 205 103

Akun media sosial WALHI NTT

Website : walhintt.org

Ig : @ntt.walhi

Facebook:  WALHI NTT

Twitter: @walhintt01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *