
Tanah Sumba, Sebagai Tuan Rumah Pertemuan Tahunan Konsultasi Daerah Lingkungan Hidup WALHI NTT 2023
Oktober 27, 2023
Pertempuran Terakhir: Perebutan Air Bersih di Masa Krisis
Maret 22, 2024
KUPANG, 8 November 2023, Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Alak, Kota Kupang, terus berlanjut hingga hari ini, memasuki hampir satu bulan sejak peristiwa tersebut pertama kali terjadi. Dari pantauan WALHI NTT, Kebakaran ini telah menimbulkan dampak serius pada lingkungan dan juga kesehatan masyarakat setempat seperti penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain itu beberapa fasilitas umum seperti SD, SMP, SMA, Fasilitas Kesehatan, dan fasilitas umum lainnya terdampak oleh kabut asap. Sebagian besar pemulung juga terdampak akses ekonomi dan kesehatannya.
https://youtu.be/0gMnaTE8Yy0?si=PfcyOX2CVRcppDw7
Sebanyak 891 orang termasuk Perempuan dan Anak-anak yang terdampak penyakit ISPA. Dan telah melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan setelah warga Alak melakukan protes dengan melakukan Blokade jalan menuju TPA Alak.
Pernah dilaporkan
TPA Alak bukan baru sekali terbakar. Pada tahun 2022 kabut asap dan bau tak sedap menyelimuti wilayah alak. Kurang lebih empat bulan dibiarkan sejak akhir Agustus hingga Desember. Warga akhirnya memilih mengadu ke pihak yang berwenang yakni Polda NTT dan Ombudsman NTT lantaran ada dugaan pidana lingkungan dan maladministrasi pemerintah dari keterlambatan respon pemerintah terkait dampak kabut asap saat itu.
Peristiwa ini pun sempat dibawa dalam rapat dengar pendapat bersama pemerintah kota Kupang. Namun sampai saat ini sama sekali tidak membuahkan hasil apa-apa.
Dari rentetan peristiwa kebakaran di dua tahun terakhir ini, WALHI NTT melihat bahwa pemerintah lalai dalam urusan adaptasi dan mitigasi. Salah satu hal yang mempengaruhi kebakaran sampah berlanjut terus dari tahun ke tahun adalah pemerintah masih menggunakan pola lama yakni dengan melakukan penimbunan terbuka atau Open Dumping.





