
“Kepada: Alam Tersayang” oleh Silvia K. Ngara, Kelas X-7 SMA N 3 Waingapu
Juli 24, 2025
Kemah Rohani Sosial-Ekologis JPIC: Menumbuhkan Spirit Gerakan dalam Kemelut Bangsa
Agustus 4, 2025Surat dari Cendana untuk para insan bumi,
kepada para insan bumi yang kukasihi
aku adalah pohon cendana
aku memiliki banyak manfaat
aku adalah flora asli dari Nusa Tenggara Timur
aku memerlukan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh menjadi dewasa
dulunya aku dapat ditemui dimana-mana
aku tumbuh subur di hutan-hutan terutama di Timor dan Sumba
aku menyatu dengan alam, memberi keteduhan, dan menebar harum yang menenangkan.
Namun kini spesiesku mulau punah.
Akibat ulah insan bumi yang tidak berperasaan dan tidak bertanggung jawab,
mereka menebang teman-temanku dengan kejam tanpa belas kasih
tanpa melakukan penanaman kembali atau reboisasi.
Aku tahun kayuku harum, mahal, dan istimewa
Tapi, apakah kalian tahu?
Jika pohon induk kami ditebang sembarangan
akar yang tersisa di dalam tanah belum tentu mampu bertunas kembali.
Kami butuh waktu, perhatian, perlindungan dan kesabaran untuk tetap hidup.
Tolong dengarkan keluh kesahku
Lindungilah spesiesku, agar anak cucu kalian kelak masih bisa mengenal harumnya Cendana
Bukan hanya melihat wujudku dari buku sejarah saja.
Dengan pengharapan yang tersisa “Pohon Cendana”
Penulis: Rambu Ata Lena, Juara III Lomba Menulis Surat untuk Alam yang diselenggarakan oleh WALHI NTT





