
“Surat untuk Alam dari Saya, Generasi Tanah Humba” oleh Brigita S. Newa Humba, Kelas X1-3 SMA N 3 Waingapu
Juli 24, 2025
“POHON CENDANA” oleh Rambu Ata Lena , Kelas X-8 SMA N 3 Waingapu
Juli 24, 2025Hai alam..
Bagaimana kabarmu saat ini?
Turut prihatin atas keadaanmu. Aku ingin meminta maaf atas semua perbuatan kami, yang selalu bersikap acuh tak acuh terhadapmu. ku tulis Surat ini sebagai bentuk rasa kagum dan syukur atas apa yang engkau berikan kepada kami manusia. Kami masih bisa menghirup udara segar, masih bisa melihat pegunungan, pohon-pohon hijau, semua itu masih bisa kami rasakan meskipun kami manusia, sering menyakitimu.
Maafkan kami, manusia yang masih bersikap sembrono terhadapmu.
Maafkan kami karena telah banyak menebang pohon, melakukan pembakaran hutan, membuang sampah sembarangan, banyak hewan kehilangan habitatnya.
Terkadang aku merasa malu karena tidak bisa berbuat banyak untukmu.
Aku berjanji akan berusaha merawatmu dengan melakukan hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi sampah plastik, dan mengajak orang-orang di sekitarku untuk melakukan hal yang serupa.
Aku berharap dengan melakukan ini, bisa mengurangi rasa sakit yang kamu rasakan.
Sekian dari isi surat ini..
Terimaa kasih sudah menemani kami dalam segala hal.
Semoga dimasa yang akan datang, semakin banyak orang yang sadar akan dirimu dan merawatmu dengan baik.
Salam sayang dari yang terkasih.
Penulis: Silvia K. Ngara, Juara II Lomba Menulis Surat untuk Alam yang diselenggarakan oleh WALHI NTT





