Pendidikan Sahabat Alam Hari Pertama

Rilis WALHI NTT: Pekerjaan Rumah Calon Pemimpin Terpilih Sabu Raijua (Lingkungan Hidup dan Masyarakat Adat)
December 4, 2020
Pendidikan Sahabat Alam Hari Kedua
December 17, 2020

Pendidikan Sahabat Alam Hari Pertama

Setelah mengikuti seleksi yang dilangsungkan sejak tanggal 01 hingga 10 Desember 2020, sebanyak 10 orang calon pengurus Sahabat Alam NTT mulai mengikuti Pendidikan Sahabat Alam. Pendidikan ini akan dilakukan oleh WALHI NTT dan Pengurus Sahabat Alam NTT  selama tiga hari dari tanggal 11 Desember hingga 13 Desember. Pendidikan kali ini agak sedikit berbeda dengan pendidikan-pendidikan Sahabat Alam sebelumnya, sebab pendidikan Sahabat alam kali ini hanya dilakukan selama tiga hari dan akan berfokus kepada manajemen komunitas.

 

Di hari pertama, 11 Desember 2020 Pendidikan ini dimulai dengan materi Sejarah dan Posisi WALHI yang dibawakan oleh Rima Bilaut selaku Deputi WALHI NTT. Materi ini bertujuan untuk memperkenalkan WALHI kepada peserta dan menjelaskan apa-apa saja yang WALHI kerjakan. Dari penjelasannya Rima menyebutkan bahwa WALHI berdiri pada 15 Oktober 1980, merupakan organisasi gerakan lingkungan hidup tertua dan terbesar di Indonesia, juga LSM pertama yang memiliki legal standing untuk membela lingkungan hidup.  Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan advokasinya, WALHI juga fokus dalam memberikan edukasi terkait lingkungan hidup kepada masyarakat. WALHI NTT sebagai salah satu dari 28 eksekutif daerah WALHI di seluruh Indonesia memiliki mandat untuk menyelenggarakan pendidikan kader bagi calon pemimpin muda agar dapat memiliki wawasan ekologis. Sahabat Alam merupakan pewujudnyataan WALHI NTT terhadap mandat tersebut. Selain sebagai komunitas yang bergerak mengkampanyekan isu-isu WALHI NTT, Sahabat Alam merupakan komunitas pengkaderan WALHI NTT.

 

Rima didampingi oleh Ibnu Rifai selaku ketua Komunitas Sahabat Alam. Seusai penjelasan terkait WALHI, Rifai membagikan pengalamannya selama berproses bersama Sahabat Alam. Ia menekankan harapannya agar peserta memiliki komitmen yang kuat dalam berproses bersama Sahabat Alam sebab komunitas ini akan menjadi wadah pembelajaran yang sangat bagus.

 

“Di Sahabat Alam, saya belajar hal-hal baru yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya di bangku perkuliahan maupun organisasi eksternal kamppus yang sedang saya ikuti”, ungkapnya kepada peserta Pendidikan Sahabat Alam.

 

Selepas coffee break, peserta kembali mengikuti materi Berpikir Kritis Ala WALHI yang di bawakan oleh Muhammad Islah, Manager Pendidikan dan Pengkaderan WALHI Nasional secara online melalui platform google meet. Menurut Islah, Berpikir Kritis Ala WALHI perlu ditanamkan sejak dini pada kader-kader yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di masa depan. Tujuannya adalah membentuk perspektif dan membangkitkan daya berpikir kritis dalam menganalisa dan mengurai setiap permasalahan lingkungan yang sesuai dengan kerangka advokasi dan metode perjuangan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia. Di akhir penyampaiannya, Islah mengharapkan agar peserta dapat berproses dengan baik sebab Pendidikan Sahabat Alam ini adalah kegiatan yang sangat bagus untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dalam melihat isu-isu lingkungan.

 

Pada akhirnya, kami mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada peserta Pendidikan Sahabat Alam yang telah lolos semua proses seleksi.

Selamat berproses !

 

Vivin da Silva

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *