
Komunitas Shalam NTT Adakan Kelas Pertama Edukasi Hijau
Juni 18, 2023
Pengesahan Komunitas Shalam Periode 2023/2024
Juli 17, 2023
Yustina Tafin Kosat (48) merupakan petani asal Eban, Desa Fatuneno, Kecamatan Miomaffo, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Selain bertani, sehari-hari, Yustina juga dikenal sebagai aktivis lingkungan yang turut berperan menjaga kelestarian gunung Mutis.
Mutis merupakan sebuah gunung yang terletak di dua Kabupaten, yakni Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan TTU dengan ketinggian 2.458 mdpl.
Mama Yustina, begitu ia disapa, lahir di Fatuneno, 13 Juni 1975. Saat ini, bersama keluarganya tinggal di Fatuneno yang terkenal dengan nama “Nijam Tasa” atau tanah merah atau juga tanah subur.
Hari-hari, Mama Yustina beraktivitas di bawah kaki gunung Mutis, alam atau gunung yang dijaganya sekaligus yang memberinya kehidupan.
Mama Yustina mulai bergerak di dunia aktivis pada tahun 2005 dengan menjadi petani penggerak perempuan dan penggerak perempuan di bidang tenun ikat, pelestarian budaya sekaligus sebagai aktivis lingkungan.
Pada 2014, Mama Yustina yang pernah menjabat sebagai kepala desa Fatuneno di tahun 2008, membentuk lembaga swadaya Obor Hidup Lestari.
Lembaga ini kemudian menghimpun kelompok perempuan dari beberapa desa di wilaya Miomaffo Barat.
Di Obor Hidup Lestari, Mama Yustina bersama kelompok perempuannya bergerak secara swadaya dan sukarela.
“Di tempat ini perempuan itu dianggap selalu di belakang. Tidak boleh tau sesuatu yang seperti ini. Jadi Mama melatih mereka bisa berdiri di berbagai kalangan untuk bisa memberi pendapat.” Kata Mama Yustina saat menceritakan tentang perjuangannya membangun Obor Hidup Lestari.
“Di kampung sini, ada kasus KDRT karena perempuan dianggap tidak produktif di bidang ekonomi, jadi dapat perlakuan tidak adil dan kekerasan, anak-anak juga jadi korban trafficking. Itu semua keprihatinan kita, jadi kita bergerak. Mari kita mulai dari nol pasti kita akan menghasilkan satu dan seterusnya itulah alasannya,” Ujar Mama Yustina.





