
Komunitas Obor Hidup Lestari Bersama WALHI NTT Ajak Masyarakat Tanam Kopi di Desa Fatuneno sebagai Bentuk Pelestarian Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
Juli 21, 2025
“Kepada: Alam Tersayang” oleh Silvia K. Ngara, Kelas X-7 SMA N 3 Waingapu
Juli 24, 2025Surat ini saya tuliskan untukmu, Matawai Amahu, Pada Njara Hamu. Julukan untukmu, tempat kelahiran, bertumbuh dan dibesarkannya saya yaitu pulau Sumba. Pulau dengan sejuta keunikan dari alam, sosial budaya dan masih banyak lagi. Keindahan dan keunikanmu yang ada, membuat orang tidak lupa akan Pulau Sumba. Bukit-bukit yang menjulang tinggi dan padang savana yang membentang luas menjadi tempat saya bertumbuh. Pada masa kecil, berpetualang mencari kuda dan rumput adalah hal menyenangkan bagi saya.
Padang Savana dengan pandang rumput yang membentang luas di Desa Hamba Praing, Kecamatan Kanatang, Sumba Timur, merupakan salah-satu kenikmatan alam yang Saya terima dan rasakan. Namun, keprihatinan saya tentangmu semakin menggejolak melihat situasi yang ada. Apakan alam tetap lestari? Kebakaran yang terjadi di Padang Savana Puru Kambera pada setiap tahan di musim kemarau, membuatmu seolah tidak berdaya dilahap si jago merah. Asap kehitaman dan abu berada di mana-mana menutupi alammu.
Jika kamu bisa berbicara, maka kamu akan berkata “Hai manusia, apa salahku? Mengapa terjadi seperti ini? Sayangnya, kamu tidak bisa berbicara, kamu membiarkan dirimu dibakar dan hargus di tangan manusia. Sebagai generasi Tanah Humba, saya berjanji memulihkanmu. Saya akan melakukan konservasi dan pendidikan lingkungan untuk memastikan keindahan dan keunikanmu tetap terjaga.
Saya juga berjanji untuk mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan alam. Kami akan melakukan kegiatan seperti penanaman pohon, pembersihan lingkungan, dan pendidikan lingkungan untuk anak-anak. Dengan demikian, kami berharap dapat membantu menjaga keindahan dan keunikanmu.
Saya sampaikan padamu, tetaplah selalu mempesona. Tunjukkan bahwa keindahanmu tidak bisa dilupakan. Ini harapan saya untukmu, Alam Tanah Humba. Matawai Amahu, Pada Njara Hamu.
Penulis: Brigita Silvetreli Newa Humba, Juara I Lomba Menulis Surat untuk Alam yang diselenggarakan oleh WALHI NTT





