Visi Misi Paslon Cagub-Cawagub Provinsi NTT, Mampukah Menjawab Krisis Lingkungan Hidup di NTT?
November 13, 2024
Pemerintah NTT Harus Serius Menangani Ketimpangan Ekonomi dan Gender di NTT yang Mengancam Kehidupan Perempuan
November 20, 2024Siaran Pers
Kupang, 19 November 2024 – Wahana Lingkungan Hidup Nusa Tenggara Timur (WALHI NTT) bersama Aksi! for gender, social, and ecological justice akan menyelenggarakan Dialog Multipihak bertema “Perlindungan dan Pengakuan Hak dan Akses Perempuan untuk Mengakhiri Ketimpangan Ekonomi dan Gender di NTT”. Acara ini akan dilaksanakan pada Selasa, 20 November 2024 Pukul 09.00 – 17.00 Wita, di Sahid T-More Hotel, Kupang.
Dialog ini merupakan tindak lanjut dari temuan dalam Konsultasi Perempuan pada 2022 yang mencatat tingginya tingkat kemiskinan, khususnya di kalangan perempuan dari berbagai sektor. WALHI NTT menemukan bahwa perempuan dan masyarakat adat merupakan kelompok paling rentan terhadap dampak krisis lingkungan hidup di NTT, termasuk perampasan sumber daya alam.
Perempuan nelayan, petani, dan pekerja informal di NTT menghadapi banyak hambatan dalam mengakses sumber daya alam dan layanan sosial. Privatisasi pesisir untuk pembangunan hotel mengurangi ruang tangkap ikan, memaksa perempuan nelayan beralih ke pekerjaan tanpa perlindungan sosial. Di sektor pertanian, penyempitan lahan dan perubahan iklim menurunkan hasil panen, memperburuk kondisi ekonomi perempuan petani. Di sektor pekerja, perempuan juga mengalami diskriminasi upah, yang membuat perempuan merasakan penindasan berlipat ganda. Budaya patriarki yang kuat semakin meminggirkan perempuan dari akses ekonomi, politik, dan budaya. Sementara itu, perempuan pekerja migran dan rumah tangga kerap mengalami kekerasan, eksploitasi, dan upah rendah tanpa perlindungan hukum, membuat mereka terjerat utang demi memenuhi kebutuhan dasar. Selain itu, dalam setiap pembangunan yang menimbulkan konflik agraria di NTT, perempuan kerap kali mendapatkan kekerasan dari aparat penegak hukum sebagai representasi negara.
Dialog ini bertujuan untuk mendiskusikan kausalitas ketimpangan ekonomi dan gender berdasarkan pengalaman perempuan akar rumput serta pandangan para pengambil kebijakan. Harapannya, kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang menjadi dasar langkah kebijakan untuk mengatasi ketimpangan ekonomi dan gender di NTT. Selain itu, dialog ini juga diharapkan menjadi ruang bagi perempuan untuk berdialog langsung dengan pihak-pihak terkait guna mencari solusi berbasis pengalaman mereka.
Dialog ini akan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, seperti Kepala Dinas DP3AP2KB, DLHK, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pertanian, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT. Selain itu, turut hadir akademisi dari UNIKA Kupang, jurnalis dari Pos Kupang dan Katong NTT, serta perwakilan perempuan nelayan, petani, pekerja migran, dan pekerja rumah tangga. Organisasi masyarakat sipil seperti WALHI NTT dan Solidaritas Perempuan Flobamoratas juga akan berkontribusi dalam diskusi ini.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Gres Gracelia Staf Advokasi WALHI NTT melalui nomor telepon 081338065826 atau Nomor Kantor WALHI NTT 082228882044
Mari bersama wujudkan keadilan gender dan ekonomi untuk perempuan NTT!





