
Pemerintah NTT Harus Serius Menangani Ketimpangan Ekonomi dan Gender di NTT yang Mengancam Kehidupan Perempuan
November 20, 2024
WALHI NTT, Komitmen Kawal Kerja Lingkungan Hidup Pemimpin Terpilih di NTT
Desember 9, 2024Kupang, WALHI NTT – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Nusa Tenggara Timur (WALHI NTT) telah menggelar kegiatan diskusi publik bertajuk “Quo Vadis: Mutis?” di Aula FISIP Universitas Nusa Cendana pada Jumat, 6 Desember 2024. Diskusi publik ini termasuk dalam rangkaian Konferensi Daerah Lingkungan Hidup (KDLH) di tahun 2024, untuk melihat keselarasan kebijakan dalam pengelolaan kawasan Mutis secara berkelanjutan yang mengalami perubahan status dari cagar alam menjadi taman nasional dengan melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk masyarakat adat, pemerintah, akademisi, dan LSM. Dengan memahami berbagai perspektif, diharapkan diskusi ini dapat merumuskan langkah-langkah strategis demi menjaga kelestarian Mutis sekaligus memastikan keberlanjutan sosial, budaya dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Diskusi publik ini dihadiri oleh 6 narasumber; Usif Lif Oematan (Masyarakat Adat Mutis TTS Sonaf Nunbena), Keyetanus Abi (Masyarakat Adat Mutis TTU Ketua Forum Sejarah dan Budaya Timor), Dadang Suryana (Kepala Bidang Teknis KSDA), Nelson Obed Matara, S.I.P (Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PDIP), Yonatan, H.L. Lopo, S.I.P, M.A. (Akademisi Undana), dan Umbu Wulang Tanaamah Paranggi (Direktur WALHI NTT). Diskusi ini dimoderatori oleh Gres Gracelia (Divisi Advokasi WALHI NTT).
Kegiatan ini dimulai dengan pengantar oleh moderator, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh setiap pemantik diskusi.
Rekan-rekan media juga hadir untuk meliput kegiatan ini. Salah satu berita yang sudah terbit hingga saat ini adalah dari KoranTimor.com.
Mengutip media tersebut, menurut Usif Lif, taman Nasional yang disingkat TN. Seakan-akan, pemerintah mendirikan satu bendera kehancuran bagi peradaban orang timor.
“Pengamatan kami orang kampung. TN itu, Tam Nem (masuk datang red). Yang kedua sesuai pengamatan kami mengangkut TN, Tiun Na (Minum darah red). Jadi hemat bodok yang kami pakai adalah pemerintah sedang mendirikan sebuah bendera kehancuran di mutis timau,” tuturnya.
Untuk diketahui, beberapa rekan media juga hadir dalam diskusi publik tersebut. Hingga saat rilis ini ditulis, baru satu yang masuk kepada kami. Informasi lebih lengkap dapat diakses di link-link berikut.
Link berita ”Diskusi Publik: Quo Vadis Mutis?” (last update 10 Desember 2024, pukul 01.31)
- Usif Lif Oematan : Pemerintah Sedang Mendirikan Bendera Kehancuran di Mutis https://www.korantimor.com/sosbud/1545394774/usif-lif-oematan-pemerintah-sedang-mendirikan-bendera-kehancuran-di-mutis
- RRI Kupang https://www.youtube.com/live/Q7m_v5aN1tM?t=304&si=ruPn-4A3vgAzaYTz
- Diskusi Publik WALHI, Peserta Pertanyakan Potensi Eksploitasi Gunung Mutis – https://beritaopini.id/diskusi-publik-walhi-peserta-pertanyakan-potensi-eksploitasi-gunung-mutis/





