
Demokrasi atau Keputusan Sepihak? : Polemik Status Flores Bukan Pulau Panas Bumi
September 11, 2025
Direktur WALHI NTT: Pulau Sumba Tidak Boleh Ditambang
September 11, 2025
WalhiNTT.Org Kupang, 9 September 2025 – WALHI NTT menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Rudolfus Oktafianus Ruma atau yang akrab disapa Vian Ruma, seorang guru muda sekaligus aktivis yang ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk bambu di wilayah perbatasan Nangaroro–Maunori, Kabupaten Nagekeo.
Almarhum Vian ditemukan pada awal September 2025 di sebuah gubuk bambu tua dalam kondisi leher terikat menggunakan tali sepatu miliknya. Sepeda motor dan barang pribadinya berada di sekitar lokasi. Kematian ini menimbulkan banyak tanda tanya di kalangan keluarga, sahabat, dan masyarakat, mengingat tidak ada tanda-tanda perlawanan di sekitar tempat kejadian serta lokasi yang sulit dijangkau sendirian.
Perwakilan Koalisi Kelompok Orang Muda untuk Perubahan Iklim (KOPI), Magdalena Eda Tukan, membenarkan kabar tersebut. “Betul, ada anggota organisasi di Kabupaten Nagekeo yang meninggal ditemukan terlilit tali,” kata Eda saat dikonfirmasi Tempo, Sabtu, 6 September 2025.
Vian Ruma lahir dan besar di Desa Ngera, Nagekeo. Ia menempuh pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang tahun 2017. Selama masa kuliah, Vian aktif dalam berbagai organisasi seperti Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Keo Tengah (Himplket), PMKRI Cabang Kupang, dan Permasna. Setelah kembali ke kampung halaman, Vian mengabdikan diri sebagai guru di SMPN 1 Nangaroro dan berhasil lolos seleksi sebagai tenaga P3K. Ia juga aktif dalam kegiatan Gereja Katolik melalui OMK di Nangaroro dan Maunori.
Pernyataan Sikap Walhi NTT:
1. WALHI NTT menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan sahabat almarhum.
2. WALHI NTT mendesak Kepolisian Resor Nagekeo untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan, profesional, dan akuntabel.
3. WALHI NTT mengajak publik untuk turut mengawal proses hukum demi memastikan kepastian dan keadilan bagi keluarga almarhum.
4. WALHI NTT menegaskan pentingnya perlindungan terhadap aktivis, pendidik, serta masyarakat yang berjuang untuk lingkungan hidup dan masa depan daerah.
WALHI NTT percaya bahwa kebenaran harus diungkap dan keadilan harus ditegakkan. Kematian almarhum Vian Ruma tidak boleh dibiarkan menjadi misteri tanpa jawaban.
CP: WALHI NTT (082228882044)





