
Bagi WALHI NTT, Peristiwa Ini Bukan Sekadar Insiden Satwa Liar, Melainkan Peringatan Serius Mengenai Kondisi Ekosistem Laut di Wilayah Nusa Tenggara Timur yang Semakin Rentan.

Ket. Fotoi: Puluhan Paus Pilot Terdampar di Perairan Rote Ndao. (Doc. Isimewa).
WalhiNTT.Org | Kupang, 10 Maret 2026 — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Nusa Tenggara Timur (WALHI NTT) menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa terdamparnya puluhan Paus Pilot di Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, dan Pantai Sanama, Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, pada Senin (9/3/2026).
Bagi WALHI NTT, peristiwa ini bukan sekadar insiden satwa liar, melainkan peringatan serius mengenai kondisi ekosistem laut di wilayah Nusa Tenggara Timur yang semakin rentan.
Paus Pilot merupakan mamalia laut yang hidup berkelompok dan memiliki sistem navigasi berbasis gelombang suara (echolocation). Di Indonesia, Paus Pilot termasuk jenis mamalia laut yang dilindungi oleh undang-undang. Perlindungan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tahun 2018. Secara global, spesies ini juga terdaftar dalam Appendix II Convention on International Trade in Endangered Species (CITES).
Dalam berbagai kasus di banyak belahan dunia, fenomena terdamparnya paus secara massal kerap dikaitkan dengan gangguan pada sistem navigasi tersebut, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun tekanan dari aktivitas manusia di laut. Oleh karena itu, peristiwa di Rote Ndao perlu dipahami sebagai indikasi adanya gangguan ekologis yang lebih luas di perairan sekitar.
Perairan Nusa Tenggara Timur, termasuk wilayah laut di sekitar Rote, merupakan bagian dari jalur migrasi penting mamalia laut dunia. Kawasan ini terhubung dengan sistem arus laut lintas Indonesia yang mempertemukan berbagai spesies paus dan lumba-lumba yang bermigrasi dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia. Keberadaan mamalia laut di kawasan ini menandakan bahwa ekosistem laut NTT memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan biodiversitas laut global. Karena itu, kejadian terdamparnya puluhan paus dalam satu waktu merupakan sinyal ekologis yang tidak boleh diabaikan.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI NTT, Yuvensius Stefanus Nonga, S.H., M.H, menilai bahwa berbagai kemungkinan penyebab peristiwa ini perlu diselidiki secara serius dan terbuka. Gangguan navigasi paus dapat dipicu oleh perubahan kondisi oseanografi, pergeseran arus laut, maupun perubahan distribusi mangsa yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Namun demikian, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas manusia di laut seperti polusi suara dari kapal, survei seismik, serta berbagai bentuk eksploitasi sumber daya laut dapat mengganggu sistem komunikasi dan navigasi mamalia laut yang sangat sensitif terhadap gelombang suara. Selain itu, penurunan kualitas ekosistem laut akibat pencemaran dan eksploitasi berlebihan juga berpotensi memengaruhi kesehatan dan perilaku satwa laut.
Menurut Yuvensius, peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting untuk mengevaluasi tata kelola laut di Nusa Tenggara Timur.
“Selama beberapa tahun terakhir, wilayah pesisir dan laut di provinsi ini semakin terbuka bagi berbagai aktivitas ekonomi yang berorientasi pada ekstraksi sumber daya, mulai dari eksploitasi perikanan skala besar hingga berbagai proyek pembangunan di wilayah pesisir. Tanpa pengawasan ekologis yang ketat, tekanan terhadap ekosistem laut dapat meningkat dan berpotensi mengganggu keseimbangan habitat berbagai spesies, termasuk mamalia laut,” ujarnya.
Atas peristiwa tersebut, WALHI NTT mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk segera melakukan investigasi ilmiah secara menyeluruh terhadap penyebab terdamparnya Paus Pilot di Rote Ndao.
“Investigasi ini harus melibatkan peneliti independen, lembaga akademik, serta organisasi masyarakat sipil agar hasilnya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” tegas Yuvensius.
WALHI NTT juga menilai bahwa kejadian ini menunjukkan pentingnya memperkuat sistem respons cepat terhadap mamalia laut terdampar di wilayah NTT. Sebagai provinsi yang memiliki wilayah laut sangat luas, NTT seharusnya memiliki mekanisme penanganan yang terkoordinasi dengan baik antara pemerintah, peneliti, organisasi masyarakat sipil, serta masyarakat pesisir.
Di sisi lain, WALHI NTT memberikan apresiasi kepada masyarakat pesisir di Rote Ndao yang telah berupaya membantu penyelamatan paus-paus yang terdampar.
“Solidaritas masyarakat dalam menjaga dan menyelamatkan satwa laut menunjukkan bahwa komunitas pesisir memiliki hubungan yang kuat dengan laut sebagai ruang hidup mereka. Pengalaman ini sekaligus menegaskan bahwa perlindungan laut tidak dapat dipisahkan dari peran aktif masyarakat yang hidup dan bergantung pada ekosistem pesisir,” kata Yuvensius.
Terdamparnya puluhan Paus Pilot di Pantai Mbadokai dan Pantai Sanama harus dipandang sebagai peringatan ekologis bagi kondisi laut di Nusa Tenggara Timur.
“Pemerintah perlu menempatkan perlindungan ekosistem laut sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap dalam agenda pembangunan. Tanpa langkah perlindungan yang serius, tekanan terhadap laut akan terus meningkat dan berpotensi mengancam keberlanjutan keanekaragaman hayati serta ruang hidup masyarakat pesisir di wilayah ini,” tutup Yuvensius.
Penanggung Jawab Rilis:
Yuvensius Stefanus Nonga, S.H., M.H
Direktur Eksekutif Daerah WALHI NTT
Contact Person:
+62 822-2888-2044
Kedatangan masyarakat dua desa tersebut bukan merupakan kedatangan pertama ke Kementerian ATR/ BPN. Warga berharap kunjungan kali ini membuat Kementerian ATR/BPN memprioritaskan penyelesaian konflik agraria di desa mereka.
但俗話說“是藥三分毒”,另外從個人情感來說不管是ED患者自己還是其性伴侶,對長期依靠威而鋼支撐性生活肯定都是非常不滿意的,威而鋼, 因此只要了解避免了以上禁忌症,現有的臨床經驗來看,在醫生指導下長期服用威而鋼還是沒有問題的。
晚睡熬夜、睡眠過少會影響心臟健康、動脈血管健康,使心臟動泵出血液的力量變弱,血管動脈老化變窄,從而引起器質性勃起功能障礙(陽痿)。犀利士的副作用類似,所以亦會加重犀利士副作用症狀,請應謹慎使用。