Hentikan Proses Pembangunan atas Nama Investasi yang Merusak Ekosistem Komodo

Perempuan dalam Permasalah Air Menerima Dampak Paling Buruk
December 17, 2020
WALHI NTT LUNCURKAN TINJAUAN AKHIR TAHUN LINGKUNGAN HIDUP ORANG NTT DAN RESOLUSINYA (TUAK LONTAR) 2020 “HENTIKAN TAMBANG DI NTT “TERNYATA JANJI PHP SEMUA (TJPS)”.
January 1, 2021

Hentikan Proses Pembangunan atas Nama Investasi yang Merusak Ekosistem Komodo

Pembangunan pariwisata premium di wilayah Taman Nasional Komodo diduga akan berdampak buruk bagi keberlanjutan komodo. TNK yag merupakan kawasan konservasi perlahan mulai disulap menjadi salah satu lokus pengembangan wisata premium. Hal ini tentunya akan berdampak bagi habitat komodo. Langkah pemerintah saat ini juga telah membuktikan kekhawatiran bahwa pembangunan konservasi Pulau Rinca akan lebih didominasi kepentingan pariwisata. Salah satu fenomena yang akhir-akhir ini sempat terekam adalah beredarnya foto seekor komodo menghadang sebuah mobil truck pengangkut material untuk kebutuhan pembangunan ‘Jurassic Park’  ala Pemerintah di daerah konservasi komodo Pulau Rinca.

Pemandangan ini tentunya menjadi salah satu bukti ketidaknyamanan komodo terhadap aktifitas pembangunan skala besar ini. Proses pembangunan Jurassic Park di Pulau Rinca tersebut telah mengganggu dan mengancam ekosistem Komodo sebagai salah satu satwa langka yang dilindungi. Sebagai kawasan konservasi, Pulau Rinca tidak memerlukan pembangunan infrastruktur seperti yang dipikirkan pemerintah. Sebab, pembangunan ini justru akan membahayakan ekosistem Komodo sebagai satwa yang dilindungi.

Komodo (varanus komodoensis) merupakan salah satu spesies kadal yang tergolong langka dan merupakan satu-satunya binatang purba yang masih bertahan hingga saat ini dan tercatat sebagai salah satu keajaiban dunia. Selain itu, Komodo merupakan jenis binatang yang soliter atau memiliki sifat penyendiri kecuali saat musim kawin.  Oleh karena itu, sentuhan-sentuhan pembangunan yang berdampak pada perubahan habitat alamiahnya, tentu akan mengganggu keberadaan komodo. Habitat terbesar Komodo berada di Pulau Rinca dan Pulau Padar. Secara ekologi kedua pulau ini mempunyai topografi yang paling cocok dalam mendukung bertumbuh dan berkembangnya spesies ini. semestinya pemerintah menjaga keaslian habitat komodo dengan tidak mengubah habitat komodo dengan bangunan-bangunan beton yang sudah pasti mengancam keberlangsungan hidup komodo.

Menyikapi maraknya pembangunan pariwisata skala besar di kawasan TNK, WALHI mengecam segala bentuk pembangunan yang menghilangkan keaslian habitat komodo. Pemerintah mengembalikan spirit awal pembentukan TNK sebagai kawasan konservasi. Semestinya seluruh kebijakan pembangunan di kawasan ini berbanding lurus dengan spirit konservasi hewan purba ini. Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turun tangan menghentikan pembangunan skala besar di kawasan TNK.

WALHI NTT juga meminta agar pemerintah provinsi dan nasional lebih fokus pada urusan sains dan konservasi kawasan ekosistem komodo dibandingkan urusan pariwisata yang berbasis pada pembangunan infrastruktur skala besar yang merusak ekosistem Komodo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *